Sunday, December 26, 2010
Setelah sekian lama melalang buana ke kota sebrang. Ikhwan tersiksa gak bisa masak. Pasalnya kos2an ikhwan gak da kompor. Cuma ada penanak nasi aja.
Ya udah sekarang ikhwan dah ada dirumah nih, waktunya kembali menjadi koki.
Sekian lama merakan masakan “sampah” dikampus, akhirnya ikhwan bisa buat masakan sehat.
Yup, berlandaskan pada keinginan ngemil tapi gak da pa2, yang ada Cuma telor, tempe, bumbu dapur, 1 plastik wat bikin sayur asem, keju, ikhwan coba buat masakan sehat ala ikhwan. Judulnya LumPeNg
bahan:
1 butir telur
Tempe 5 cm(ikhwan asal potong)
Bawang Bombay secukupnya(saran 1/10 bagian)
Bawang putih secukupnya(4siung)
Lada/merica secukupnya(1/2 tea spoon)
Garam
Cabe merah secukupnya
Jagung
Keju
Minyak goreng
,,,, tambah sendiri klo ada bahan lain
Caranya:
>Tempe dihaluskan, terserah mw diulek ato dilindes yang penting halus. Cabe merah juga dihaluskan, satukan adonan.
>Bawang putih n Bombay potong tipis trus tumis hingga harum, klo udah angkat.
>potong jagung, sisakan jagungnya aja, trus campur dengan adonan n I butir telur. Aduk rata, kemudian tambahkan bawang yg telah ditumis, masukkan lada/merica(asumsi lada/merica bubuk). Jangan lupa tambahkan bumbu rahasia, garam secukupnya.nti klo asin, berarti…..
Yup, klo udah semua,, goreng dg api sedang…
Nah, klo sudah matang, angkat dan taburi dengan parutan keju. Klo mau ada penghias terserah deh
>>
Saran penyajian
Sediakan sambal tomat, tomatnya, air minum
Klo suka dengan rempah-rempah tambahkan aja saat buat adonan
>>
Khasiat
Tempe: kedelai yang memiliki protein hamper sama dengan hewan. Rekomendasi ahli gizi.
Bawang putih: anti oksidan, dapat mencegak kanker. Rekomendasi ahli gizi
Rempah2: menghangatkan badan, memberikan efek senang
Sisanya, hanya pelengkap. Mekipun ada manfaatnya, namun karena kadarnya pelengkap jadi gak disebutkan.
| Reaksi: |
Thursday, December 23, 2010
Tiga hal yang menjadi kebutuhan utama yang perlu dimiliki oleh seorang muslim
Kepribadian muslim.
Kepribadian ini meliputi karakter-karakter yang diperlukan dalam kehidupannya. Dengan ini ia berarti mengamalkan ajaran islam dan bisa mengajarkannya kepada orang lain. Seorang kader inti harus memiliki aqidah yang bersih, ibadah yang benar, akhlak yang baik, tubuh yang sehat, kuat kemampuan finansialnya, pikiran yang intelek, bersungguh-sungguh dan tekun dalam segala hal, memiliki manajemen diri yang baik, disiplin terhadap waktu serta memiliki paradigma untuk selalu bermanfaat bagi orang lain
Kredabilitas dan moralitas pemimpin
Islam mendidik umatnya untuk menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan bagi kalangannya. Menjadi pemimpin adalah sebuah keniscayaan bagi seorang muslim. Sehingga seorang muslim harus dididik menjadi pemimpin yang kuat dan bertanggung jawab, seorang pemimpin yang bisa mengayomi seluruh umatnya, maupun seorang pemimpin yang bisa menjadi ulama sekaligus umara pada waktu yang bersamaan
| Reaksi: |
Wednesday, December 22, 2010
Diurnal cycles refer to patterns within about a 24-hour period that typically reoccur each day. Most daily cycles are caused by the rotation of Earth, which spins once around its axis about every 24 hours. The term diurnal comes from the Latin word diurnus, meaning daily. Diurnal cycles such as temperature diurnal cycles, diurnal tides, and solar diurnal cycles affect global processes.
A temperature diurnal cycle is composed of the daily rise and fall of temperatures. The daily rotation of Earth causes the progression of daytime and nighttime, and the amount of solar insolation (i.e., the amount of sunlight falling on a given area). Insolation fluctuations result in changes in both air and surface temperatures. Except in unusual terrain, the daily maximum temperature generally occurs between the hours of 2 P.M. and 5 P.M. and then continually decreases until sunrise the next day. The angle of the Sun to the surface of Earth increases until around noon when the angle is the largest (i.e., the sunlight most direct). The intensity of the Sun increases with the Sun's angle, so that the Sun is most intense around noon. However, there is a time difference between the daily maximum temperature and the maximum intensity of the Sun, called the lag of the maximum. This discrepancy occurs because air is heated predominantly by reradiating energy from Earth's surface. Although the Sun's intensity decreases after 12 P.M., the energy trapped within Earth's surface continues to increase into the afternoon and supplies heat to Earth's atmosphere. The reradiating energy lost from Earth must surpass the incoming solar energy in order for the air temperature to cool.
Diurnal tides are the product of one low tide and one high tide occurring roughly within a 24-hour period.
Earth experiences varying hours of daylight due to the solar diurnal cycle. Solar diurnal cycles occur because Earth's axis is tilted 23.5 degrees and is always pointed towards the North Star, Polaris. The tilt of Earth in conjunction with the Earth's rotation around the Sun affects the amount of sunlight Earth receives at any location on Earth.
Diurnal cycles are of increasing interest to biologists and physicians. A number of physiological and behavioral functions are correlated to diurnal cycles. For example, the release of the cortical hormones is controlled by adrenocorticotropic (ACTH) from the anterior pituitary gland. The level of ACTH has a diurnal periodicity, that is, it undergoes a regular, periodic change during the 24-hour time period. ACTH concentration in the blood rises in the early morning, peaks just before awaking, and reaches its lowest level shortly before sleep.
Read more: Diurnal Cycles - Earth, Sun, Daily, Solar, Temperature, and Maximum http://science.jrank.org/pages/2126/Diurnal-Cycles.html#ixzz18rKiGYl3
A temperature diurnal cycle is composed of the daily rise and fall of temperatures. The daily rotation of Earth causes the progression of daytime and nighttime, and the amount of solar insolation (i.e., the amount of sunlight falling on a given area). Insolation fluctuations result in changes in both air and surface temperatures. Except in unusual terrain, the daily maximum temperature generally occurs between the hours of 2 P.M. and 5 P.M. and then continually decreases until sunrise the next day. The angle of the Sun to the surface of Earth increases until around noon when the angle is the largest (i.e., the sunlight most direct). The intensity of the Sun increases with the Sun's angle, so that the Sun is most intense around noon. However, there is a time difference between the daily maximum temperature and the maximum intensity of the Sun, called the lag of the maximum. This discrepancy occurs because air is heated predominantly by reradiating energy from Earth's surface. Although the Sun's intensity decreases after 12 P.M., the energy trapped within Earth's surface continues to increase into the afternoon and supplies heat to Earth's atmosphere. The reradiating energy lost from Earth must surpass the incoming solar energy in order for the air temperature to cool.
Diurnal tides are the product of one low tide and one high tide occurring roughly within a 24-hour period.
Earth experiences varying hours of daylight due to the solar diurnal cycle. Solar diurnal cycles occur because Earth's axis is tilted 23.5 degrees and is always pointed towards the North Star, Polaris. The tilt of Earth in conjunction with the Earth's rotation around the Sun affects the amount of sunlight Earth receives at any location on Earth.
Diurnal cycles are of increasing interest to biologists and physicians. A number of physiological and behavioral functions are correlated to diurnal cycles. For example, the release of the cortical hormones is controlled by adrenocorticotropic (ACTH) from the anterior pituitary gland. The level of ACTH has a diurnal periodicity, that is, it undergoes a regular, periodic change during the 24-hour time period. ACTH concentration in the blood rises in the early morning, peaks just before awaking, and reaches its lowest level shortly before sleep.
Read more: Diurnal Cycles - Earth, Sun, Daily, Solar, Temperature, and Maximum http://science.jrank.org/pages/2126/Diurnal-Cycles.html#ixzz18rKiGYl3
| Reaksi: |
Di sini di dalam hatiku
Gemuruhnya sampai di sini
Di sini di urat darahku
Meskipun tembok yang tinggi mengurungku
Berlapis pagar duri sekitarku
Tak satu pun yang mampu menghalangiku
Menyala di dalam hatiku
Hari ini hari milikiku
Juga esok masih terbentang
Dan mentari kan tetap menyala
Di sini di urat darahku

| Reaksi: |
Saturday, December 18, 2010
Di dalam Anonim (2007) dikemukakan bahwa biofisika adalah studi tentang fenomena biologis dengan menggunakan metode-metode dan konsep-konsep fisika, sedangkan di dalam Anonim (2005) dikemukakan bahwa biofisika adalah studi interdisipliner tentang fenomena dan problem-problem biologis dengan menggunakan prinsip-prinsip dan teknik-teknik fisika. Biofisika bergantung pada teknik-teknik yang berasal dari ilmu fisika tetapi difokuskan pada problem-problem biologis.
Mengacu pada definisi yang telah dikemukakan mengenai biofisika, maka dalam konteks seorang pekerja yang melakukan aktivitas di alam terbuka, maka biofisika dapat dipandang sebagai studi tentang fenomena biologis pada seorang pekerja yang berinteraksi dengan lingkungan fisik setempat ketika sedang melakukan aktivitas kerja dengan menggunakan prinsip, konsep, dan metode fisika. Dalam hal ini Campbell (1977) menyebut kajian fisika dalam konteks ini sebagai biofisika lingkungan. Menurut Campbell (1977) perkembangan dalam bidang biofisika lingkungan terutama terfokus pada dua bidang yaitu:
Penggunaan model-model matematis untuk mengkuantifikasi laju transfer panas dan massa, dan
Pengunaan persamaan kontinuitas yang telah mengantar pada analisis neraca energi.
Oleh karena itu dapat dikemukakan bahwa dalam biofisika lingkungan dipelajari mengenai bagaimana penerapan konsep-konsep fisika pada interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungan fisiknya, sehingga dalam konteks ini dipelajari mengenai aplikasi konsep-konsep fisika pada interaksi antara pekerja dan lingkungan fisiknya ketika melakukan aktivitas di alam terbuka.
Dalam suatu sistem kerja (Corlett and Clark, 1995), interaksi yang penting bukan hanya antara manusia dengan lingkungan fisiknya akan tetapi juga dengan peralatan dan perlengkapan yang digunakan pada waktu bekerja. Ketiga bentuk interaksi ini dilukiskan pada gambar berikut ini.
Ambila sebagai contoh seorang mahasiswa yang melakukan aktivitas praktikum lapangan. Iklim mikro yang terdiri dari: radiasi matahari, suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin yang merupakan unsur lingkungan fisik, menjadi sangat penting sebagai faktor yang berpengaruh. Selain itu perlengkapan dan peralatan yang di gunakan juga menentukan. Perlengkapan yang paling penting biasanya adalah setelan pakaian, dan perlengkapan lainnya seperti pakaian pel
indung diri (PPD) seperti topi, payung, jas/mantel, dan termasuk di sini adalah sepatu. Peralatan yang digunakan akan disesuaikan dengan tujan dalam melakukan aktivitas. Untuk aktivitas praktikum lapangan peralatan yang digunakan adalah peralatan-peralatan yang berhubungan dengan aktivitas unit-unit praktikum yang direncanakan.
Proses secara fisik berlangsungnya dan terjadinya pengaruh iklim mikro, perlengkapan dan peralatan yang digunakan terhadap tubuh si pelaku aktivitas merupakan proses biofisika.
Konsep biofisika yang penting dalam terjadinya proses biofisika dalam konteks ini adalah hukum kekekalan energi. Menurut Campbell (1977) konsep kekekalan energi ini, yang juga biasa ditulis dalam bentuk persamaan kontinuitas, dalam aplikasi lanjut biofisika lingkungan akhirnya bermuara pada analisis neraca energi.
Analisis Neraca energi dapat dilakukan dengan menggunakan pendakatan sistem. Dengan memandang tubuh manusia sebagai suatu sistem, Havenith (1999, 2002), Blazejczyk (2000), Brake dan bates (2002) dan Epstein and Moran (2006) menuliskan persamaan neraca panas untuk tubuh manusia sebagaimana pada persamaan berikut,
Panas yang Tersimpan = Panas yang Diproduksi – Panas yang Hilang = (laju Metabolik – Usaha Eksternal) – (Konduksi + Radiasi + Konveksi + Evaporasi + Respirasi)
Faktor-faktor yang menyatakan kehilangan panas tubuh sebagaimana yang telah dinyatakan pada persamaan di atas untuk jalur konduksi, konveksi, dan radiasi, mengikuti persamaan umum transfer atau perpindahan panas (Havenith, 2004; Campbell, 1977; Monteith and Unsworth, 1990) yang bentuk umumnya dapat ditulis seperti persamaan,
Panas yang Hilang = (Gradien x Luas Permukaan)/Tahanan
Dari persamaan ini dapat dikemukakan bahwa untuk tiap jalur; konduksi, konveksi dan radiasi, jumlah panas yang ditransfer bergantung pada daya penggerak (driving force), yaitu gradien suhu dan tekanan uap, luas permukaan tubuh yang terlibat dan tahanan dimana panas mengalir, yaitu dapat berupa insulasi pakaian.
Menurut Havenith (1999, 2001, 2002, dan 2004) proses pelepasan panas dan proses produksi panas dalam neraca energi terarah kepada mempertahankan suhu tubuh normal sekitar 37 0C. Nilai ini dicapai dengan menyeimbangkan jumlah panas yang dihasilkan dalam tubuh dengan jumlah panas yang hilang. Gambar berikut menunjukkan representasi skematik jalur bentuk-bentuk energi yang terjadi ketika pekerja melakukan ak
tivitas di alam terbuka seperti praktikum lapangan.
Produksi panas ditentukan oleh aktivitas metabolik. Pada saat sedang istirahat, panas dihasilkan oleh tubuh untuk fungsi-fungsi dasar tubuh seperti respirasi dan fungsi jantung dengan memberikan pada sel-sel tubuh oksigen dan makanan (nutrients) yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi-fungsi dasar tersebut. Pada saat melakukan aktivitas pekerjaan, kebutuhan otot-otot aktif terhadap oksigen dan makanan meningkat, dan sebagai akibatnya aktivitas metabolik juga meningkat. Ketika sel-sel otot aktif membakar makanan untuk aktivitas mekanis, sebagian energi dibebaskan ke luar tubuh sebagai kerja eksternal, tetapi sebagian besar dilepaskan ke dalam otot sebagai panas. Bila panas tidak dilepaskan panas tersebut akan memanaskan tubuh sampai level yang mematikan.
Mengacu pada definisi yang telah dikemukakan mengenai biofisika, maka dalam konteks seorang pekerja yang melakukan aktivitas di alam terbuka, maka biofisika dapat dipandang sebagai studi tentang fenomena biologis pada seorang pekerja yang berinteraksi dengan lingkungan fisik setempat ketika sedang melakukan aktivitas kerja dengan menggunakan prinsip, konsep, dan metode fisika. Dalam hal ini Campbell (1977) menyebut kajian fisika dalam konteks ini sebagai biofisika lingkungan. Menurut Campbell (1977) perkembangan dalam bidang biofisika lingkungan terutama terfokus pada dua bidang yaitu:
Penggunaan model-model matematis untuk mengkuantifikasi laju transfer panas dan massa, dan
Pengunaan persamaan kontinuitas yang telah mengantar pada analisis neraca energi.
Oleh karena itu dapat dikemukakan bahwa dalam biofisika lingkungan dipelajari mengenai bagaimana penerapan konsep-konsep fisika pada interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungan fisiknya, sehingga dalam konteks ini dipelajari mengenai aplikasi konsep-konsep fisika pada interaksi antara pekerja dan lingkungan fisiknya ketika melakukan aktivitas di alam terbuka.
Dalam suatu sistem kerja (Corlett and Clark, 1995), interaksi yang penting bukan hanya antara manusia dengan lingkungan fisiknya akan tetapi juga dengan peralatan dan perlengkapan yang digunakan pada waktu bekerja. Ketiga bentuk interaksi ini dilukiskan pada gambar berikut ini.
Ambila sebagai contoh seorang mahasiswa yang melakukan aktivitas praktikum lapangan. Iklim mikro yang terdiri dari: radiasi matahari, suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin yang merupakan unsur lingkungan fisik, menjadi sangat penting sebagai faktor yang berpengaruh. Selain itu perlengkapan dan peralatan yang di gunakan juga menentukan. Perlengkapan yang paling penting biasanya adalah setelan pakaian, dan perlengkapan lainnya seperti pakaian pel
indung diri (PPD) seperti topi, payung, jas/mantel, dan termasuk di sini adalah sepatu. Peralatan yang digunakan akan disesuaikan dengan tujan dalam melakukan aktivitas. Untuk aktivitas praktikum lapangan peralatan yang digunakan adalah peralatan-peralatan yang berhubungan dengan aktivitas unit-unit praktikum yang direncanakan.Proses secara fisik berlangsungnya dan terjadinya pengaruh iklim mikro, perlengkapan dan peralatan yang digunakan terhadap tubuh si pelaku aktivitas merupakan proses biofisika.
Konsep biofisika yang penting dalam terjadinya proses biofisika dalam konteks ini adalah hukum kekekalan energi. Menurut Campbell (1977) konsep kekekalan energi ini, yang juga biasa ditulis dalam bentuk persamaan kontinuitas, dalam aplikasi lanjut biofisika lingkungan akhirnya bermuara pada analisis neraca energi.
Analisis Neraca energi dapat dilakukan dengan menggunakan pendakatan sistem. Dengan memandang tubuh manusia sebagai suatu sistem, Havenith (1999, 2002), Blazejczyk (2000), Brake dan bates (2002) dan Epstein and Moran (2006) menuliskan persamaan neraca panas untuk tubuh manusia sebagaimana pada persamaan berikut,
Panas yang Tersimpan = Panas yang Diproduksi – Panas yang Hilang = (laju Metabolik – Usaha Eksternal) – (Konduksi + Radiasi + Konveksi + Evaporasi + Respirasi)
Faktor-faktor yang menyatakan kehilangan panas tubuh sebagaimana yang telah dinyatakan pada persamaan di atas untuk jalur konduksi, konveksi, dan radiasi, mengikuti persamaan umum transfer atau perpindahan panas (Havenith, 2004; Campbell, 1977; Monteith and Unsworth, 1990) yang bentuk umumnya dapat ditulis seperti persamaan,
Panas yang Hilang = (Gradien x Luas Permukaan)/Tahanan
Dari persamaan ini dapat dikemukakan bahwa untuk tiap jalur; konduksi, konveksi dan radiasi, jumlah panas yang ditransfer bergantung pada daya penggerak (driving force), yaitu gradien suhu dan tekanan uap, luas permukaan tubuh yang terlibat dan tahanan dimana panas mengalir, yaitu dapat berupa insulasi pakaian.
Menurut Havenith (1999, 2001, 2002, dan 2004) proses pelepasan panas dan proses produksi panas dalam neraca energi terarah kepada mempertahankan suhu tubuh normal sekitar 37 0C. Nilai ini dicapai dengan menyeimbangkan jumlah panas yang dihasilkan dalam tubuh dengan jumlah panas yang hilang. Gambar berikut menunjukkan representasi skematik jalur bentuk-bentuk energi yang terjadi ketika pekerja melakukan ak
tivitas di alam terbuka seperti praktikum lapangan.Produksi panas ditentukan oleh aktivitas metabolik. Pada saat sedang istirahat, panas dihasilkan oleh tubuh untuk fungsi-fungsi dasar tubuh seperti respirasi dan fungsi jantung dengan memberikan pada sel-sel tubuh oksigen dan makanan (nutrients) yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi-fungsi dasar tersebut. Pada saat melakukan aktivitas pekerjaan, kebutuhan otot-otot aktif terhadap oksigen dan makanan meningkat, dan sebagai akibatnya aktivitas metabolik juga meningkat. Ketika sel-sel otot aktif membakar makanan untuk aktivitas mekanis, sebagian energi dibebaskan ke luar tubuh sebagai kerja eksternal, tetapi sebagian besar dilepaskan ke dalam otot sebagai panas. Bila panas tidak dilepaskan panas tersebut akan memanaskan tubuh sampai level yang mematikan.
Lebih jauh Havenith (1999, 2002) mengemukakan, untuk panas yang hilang dari tubuh, terdapat beberapa jalur. Jalur yang berperan sedikit adalah konduksi. Konduksi hanya menjadi faktor penting untuk orang yang bekerja di dalam air, atau orang yang bekerja untuk penanganan produk-produk dingin atau bekerja dalam posisi terlentang dimana tubuh bersentuan dengan medium transfer panas. Jalur yang lebih penting untuk pelepasan panas adalah konveksi, ketika udara yang lebih dingin mengalir sepanjang permukaan kulit. Oleh karena itu panas akan ditransfer dari kulit ke udara di sekitarnya. Panas juga akan ditransfer dalam bentuk radiasi elektromagnetik atau yang juga disebut radiasi gelombang panjang. Ketika ada perbedaan antara suhu permukaan tubuh dan suhu permukaan objek atau benda-benda yang ada di sekitarnya maka akan terjadi transfer panas melalui radiasi.
Akhirnya, tubuh juga memiliki jalur lain untuk pelepasan panas ke luar tubuh, yaitu panas yang hilang melalui evaporasi. Karena kemampuan tubuh untuk berkeringat, uap air yang muncul di permukaan kulit melalui pori-pori kulit dapat berevaporasi, dengan mana sejumlah panas dilepaskan ke luar dari tubuh.
Akhirnya, tubuh juga memiliki jalur lain untuk pelepasan panas ke luar tubuh, yaitu panas yang hilang melalui evaporasi. Karena kemampuan tubuh untuk berkeringat, uap air yang muncul di permukaan kulit melalui pori-pori kulit dapat berevaporasi, dengan mana sejumlah panas dilepaskan ke luar dari tubuh.
Selain kehilangan panas konvektif dan evaporatif dari kulit, tipe kehilangan panas tersebut terjadi dari paru-paru melalui respirasi. Karena udara yang keluar dari paru-paru biasanya lebih dingin dan lebih kering dari pada permukaan dalam paru-paru. Melalui proses respirasi tubuh kehilangan sejumlah panas yang dapat mencapai 10% dari total panas yang diproduksi tubuh.
Agar tubuh stabil, panas yang hilang harus seimbang dengan panas yang diproduksi. Jika tidak demikian, kandungan panas tubuh akan berubah, yang menyebabkan suhu tubuh naik atau turun. Jadi jika produksi panas melalui laju metabolik lebih tinggi daripada jumlah semua panas yang hilang, panas yang tersimpan akan bertanda positif (surplus), yang berarti kandungan panas tubuh meningkat dan suhu tubuh akan meningkat. Jika panas yang tersimpan bertanda negatif (defisit), panas yang hilang lebih besar daripada panas yang diproduksi. Tubuh menjadi dingin, dan suhu tubuh akan turun.
| Reaksi: |
Monday, December 13, 2010
Pertempuran itu sekarang berpindah di depan layar komputer kita
atau dalam saku dengan gadget berteknologi tinggi
Para AKtivis dakwah pun paham siapa sebenarnya musuh dakwah yang bermain dalam jagad dunia maya
Tapi yang kita lupakan adalah
kepeduliaan untuk saling menasehati dalam kebaikan
dan kesombongan yang menutup mata akan nasehat
Karena kita tak tahu dan tak sepenuhnya paham
siapa saja orang-orang yang berselubung baju dakwah
tapi hakikatnya mereka adalah kaum Munafik
Musuh dalam selimut dan benalu dalam gerbong dakwah
Maka Ukhuwah pun menemukan perannya pada saat ini
“Tahapan ukhuwah Islamiyah ada empat, yaitu ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awunn (tolong-menolong), dan takaful (rela berkorban)”
Dalam harakah Islamiyah, terbinanya ukhuwah Islamiyah berperan penting sekali demi keberhasilan da'wah.
Imam Syahid Hasan Al Banna menjadikan ukhuwah Islamiyah ini sebagai salah satu dari 10 tiang bai'ah dalam organisasi da'wah yang beliau bina.
Beberapa ungkapan beliau yang mungkin dapat kita kaji dalam membentuk ukhuwah Islamiyah adalah sebagai berikut:
1. Kekuatan jama'ah, sebagaimana organisasi-organisasi secara umumnya, adalah terletak pada kekuatan ikatan para anggotanya.
2. Tiada ikatan yang lebih kuat dalam hal ini selain ikatan "cinta" yang didasarkan pada aqidah Islam.
3.Tingkatan daripada "ikatan cinta" ini yang paling lemah adalah kebersihan hati kita terhadap Akh kita (yakni dari segala macam penyakit hati, seperti buruk sangka, iri-dengki, congkak, tamak, dll.).
4.Tingkatan yang paling tinggi daripada "ikatan cinta" ini adalah mendahulukan Akh kita dan kepentingannya sebelum kita dan kepentingan kita.
KEMATANGAN USIA vs KEMATANGAN TARBAWI
Kadang kita menemukan kader yang matang secara umur, tapi belum matang secara tarbawi, hingga pemahaman dan kebijakan jamaah tak sepenuhnya bisa dipahami
atau kadang kita menemukan orang yang matang secara tarbawi tapi secara umur belum matang,maka pada tipe kader seperti ini, dominasi jiwa muda bisa merusak ukhuwah....
Idealnya adalah Matang baik Umur maupun Tarbawi
inilah makna TARBIYAH SEUMUR HIDUP
MEREKA SAUDARAMU
Hati kita memiliki kepekaan
dan itu adalah nurani
maka ketika saudara kita mengingatkan kita itu hakikatnya menyelamatkan kita dari bahaya dosa
yang mungkin akan timbul dikemudian hari
kalau dengan saudara seiman saja kita tak berlapang dada dalam menerima masukan dan kritikan, bagaimana jiwa akan lapang, mengahdapi para penentang Agama Allah SWT
mereka saudaramu....
terlepas bagaimana cara mereka menyampaikan masukan...
hakikatnya Allah membuka tabir kekurangan kita, lalu dengan cara Nya yang Maha Indah, kita pun diperingatkan lewat kritik, saran dan sebagainya....
DARAH PUN TUMPAH....!! DARAH SYUHADA !!
Inilah Ikrimah Ikrimah baru
walau dia dicaci maki
walau dia di prasangkai secara buruk
tapi dia tetap sabar dengan jalannya
menasehati saudaranya
sebisa yang mereka bisa lakukan
hingga nafas hilang bersama usia
dan nasehat itu senilai dengan darah yang tumpah
dari jasad syuhada
"....Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam mengerjakan dosa dan pelanggaran hukum...." (Q.S. Al-Maidah 2).
| Reaksi: |
Subscribe to:
Posts (Atom)
My Word
I remember YOU when nature is so dark pitch, and his face was covered in dust black era. I call YOUR name out loud at dawn, and dawn was broke as she spread a beautiful smile.
Blog Archive
Powered by Blogger.
LinkQ
Categories
- algor (7)
- antivirus (2)
- beet (2)
- berita (2)
- bingung? (3)
- cooking (1)
- data praktikum (1)
- fisika (3)
- hack (1)
- IMK (5)
- instropeksi diri (15)
- interaction design (2)
- iptek (3)
- kompie (7)
- love (13)
- Moeslem (12)
- motivasi (7)
- pandu's photo (7)
- PENCATAT JEJAK (2)
- Resensi (15)
- RPL (1)
- syair ku (7)
- t (1)
- tata diri (11)
Share Your Location
Please accept Pop-Up and share your location with google account.
GPS powered by: Geolocation
About Me
- Ikhwan Al-Bayan
- DUNIA ini adalah FANA, sebagaimana ANA yang FANA. Kusiapkan keFANAan ini untuk keKEKALan. ANA hanya deretan logaritma tersusun dari untaian KALAM AL-QURAN Aku adalah aku yang memutuskan kemana aku harus melangkah tapi Allah adalah tuan ku Ia yang memberiku perintah, dan aku akan mematuhi perintahNYA

