Friday, July 22, 2011
Tuhan
Pagi ini kami ingin sekolah
Kami rindu pada madrasah kami yang indah
Kami rindu pada cerita Lubna dan Antarah
Tentu juga Sirah Rasulillah
Pagi ini kami ingin secuil roti
Kami ingin sepotong keju
Setetes susu
Dan sebutir Tin dan Zaitun
Pagi ini kami ingin belaian cinta
Ayah kami tercinta
Paman kami tercinta
Kakek kami tercinta
Pagi ini kami ingin matahari
Yang cerah menyinari gaza
Dan mengusir segala kecemasan jiwa
O Tuhan, apakah mereka akan merampas juga
Matahari kami, atau menutup Gaza
Tanpa matahari
Sehingga tak ada lagi pagi bagi kami
Tuhan
Biarlah mereka mengucilkan kami dari dunia
Asal setiap pagi
Kau masih tersenyum pada kami
Dunia tidak penting lagi bagi kami
Tuhan
Kami tidak pernah mengemis kemerdekaan pada siapapun
Karena kami telah memiliki kemerdekaan itu
Setiap kami menyebut nama-Mu
Dan setiap kami rukuk dan sujud kepada-Mu
Tuhan ini pagi ini kami tetap tersenyum kepada-Mu
Maka tersenyumlah kepada kami
(Puisi ini pernah dibacakan dalam Konferensi Internasional Pengajar Bahasa Arab Dunia Islam, di Universitas Al Azhar Indonesia, Juli 2010. Dibacakan kembali pada acara Asia-Pacific Community Conference for Palestine di Jakarta, 29 Juni 2011)

0 komentar:

Eramuslim: Berita

My Word

I remember YOU when nature is so dark pitch, and his face was covered in dust black era. I call YOUR name out loud at dawn, and dawn was broke as she spread a beautiful smile.

Blog Archive

Powered by Blogger.

Categories

Who Follow Me

Islamic Calendar

Search

Loading...

Share Your Location

Please accept Pop-Up and share your location with google account. GPS powered by: Geolocation

About Me

My Photo
Ikhwan Al-Bayan
DUNIA ini adalah FANA, sebagaimana ANA yang FANA. Kusiapkan keFANAan ini untuk keKEKALan. ANA hanya deretan logaritma tersusun dari untaian KALAM AL-QURAN Aku adalah aku yang memutuskan kemana aku harus melangkah tapi Allah adalah tuan ku Ia yang memberiku perintah, dan aku akan mematuhi perintahNYA
View my complete profile

FEEDJIT Live Traffic Feed